Peduli Isu sampah, Komunitas Pemuda di Manokwari Gelar Aksi Bersih-bersih Sampah

Manokwari, kabarkasuari.com_Sampah di kota Manokwari merupakan masalah yang seolah tak ada habisnya, karena itu memang dibutuhkan Kerjasama semua pihak untuk turut serta dalam sebuah Gerakan penyadaran yang dilakukan secara terus menerus.

Untuk itulah sejumlah anak muda dari kalangan Kampus, Komunitas dan, Babinsa Kowad Koramil 1801-01/Manokwari, di Kota Manokwari mulai menginisiasi gerakan aksi dan penyadaran agar persoalan sampah ini bukan hanya menjadi perhatian pihak tertentu saja, tetapi juga menjadi kepedulian bersama. Sabtu (14/6/2025) di lakukan kegiatan bersih bersih sampah di sepanjang jalan Raya Gunung Salju Amban.

Perwakilan Kohati Komisariat Fahutan  Sastra Unipa Manokwari, Rahel Refideso mengatakan , kegiatan tersebute menjadi wujud dari kepedulian akan lingkungan yang bersihnya.

” kegiatan ini kita mulai dari lingkungan kampus sebab kampus adalah poros pemuda yang punya tanggung jawab untuk mendorong perubahan, kita lihat saja dalam jarak kurang lebih 1km yang kami bersihakn kami mendapat 13 kantong sampah plastic dari segala jenis dan ukuran “.

Hal serupa juga di sampaikan oleh Risna Hassanudin, komunitas rumah Noken Manokwari   bahwa kepedulian akan lingkungan bersih tidak hanya di darat namun juga di laut.

” Kita ini harus mulai mempedulikan apa yang sebenarnya nampak kecil di darat namun ternyata berdampak besar bagi saudara-saudara kita di pesisir Pantai terutama di kedua pulau yang menjadi ikon kota manokwari, yakni pulau Lemon dan Pulau Mansinam”.

Kegiatan ini juga dilanjutkan dengan diskusi lepas yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan peserta kegiatan agar mereka bukan hanya “pungut sampah” tapi juga jadi punya pengetahuan apa yang menjadi isu dan bagaimana jalan keluarnya bisa dipikirkan bersama.

Menurut aktivis lingkungan Rhidian Yasminta Wasaraka, persoalan sampah di Manokwari  ada tiga  hal penting. ”  pertama Perilaku bagaimana kita harus membiasakan diri, kemudian Pengelolaan yang artinya kita seharusnya ditingkat rumah tangga itu sudah mulai membiasakan memilah sampah, mengurangi konsumsi sampah plastic, dan yang terakhir Pengolahan sampah, jadi bagaimana kita bisa memanfaatkan sampah menjadi hal yang berguna, bukan sekedar dibakar saja”

” Kegiatan aksi dan diskusi ini rencananya akan rutin dilakukan dan sifatnya terbuka bagi siapa saja yang ingin terlibat didalamnya, Yayasan hanya menginisiasi dan mengajak semua pihak, bagaimanapun Manokwari sebagai kota pelajar yang dulu juga pernah mendapat penghargaan Adipura dari pemerintah juga merupakan ibukota provinsi Papua adalah indicator dan contoh bagi kota-kota lain di provinsi ini, maka perubahan perilaku masyakat harus juga diiringi dengan dukungan regulasi agar semua bisa berjalan secara simultan”  pukas Faizal Wasaraka sebagai Perwakilan dari Yayasan Berkah Kasih Wasaraka. (adm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *