JAKARTA, Kabarkasuari. Com_Perjuangan Mengusulkan Program Strategis Kabupaten Manokwari Sebagai Ibu Kota Provinsi , terus di perjuangkan oleh Bupati dan Wakil Bupati Manokwari.
Kamis (7/8/2025) Bupati dan Wakil bupati bertemu langsung dengan menteri Perdagangan Republik Indonesia, Budi Santoso, dalam rangka konsultasi dan mengusulkan Program Strategis Pembangunan di manokwari yakni Pembangunan Pasar Raya Wosi.
Kehadiran bupati dan wakil bupati bersama plt Kepala Bappeda kabupaten manokwa, mendapat sambutan yang baik dari Menteri Perdagangan.
Bupati di kesempatan tersebut, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak Menteri atas perhatian Pemerintah Pusat sehingga Pembangunan Pasar Sentral Sanggeng sudah selesai dikerjakan dan lagi proses lanjutan pengerjaan Pembangunan Tahap ke II oleh Pemerintah Kabupaten Manokwari dan Pemerintah Provinsi Papua Barat. Bupati juga dalam kesempatan tersebut mengundang secara langsung Bapak Menteri untuk sekiranya mendampingi Bapak Presiden untuk dapat meresmikan Pasar Sentral Sanggeng dan RTP Borarsi yang kalau tidak halangan pada bulan November nanti akan diresmikan.
Dalam pertemuan tersebut Bupati Manokwari mengatakan bahwa dalam rangka meningkatkan perekonomian daerah, memperkuat sistem distribusi barang kebutuhan pokok dan penting di wilayah Papua Barat, serta mendukung pengembangan perdagangan dalam negeri yang merata. Sehingga Pembangunan Pasar Induk/ Raya Wosi Manokwari ini direncanakan sebagai pusat distribusi regional yang akan melayani kebutuhan masyarakat tidak hanya di Kabupaten Manokwari, tetapi juga daerah-daerah hinterland dan wilayah sekitarnya, termasuk wilayah Pegunungan Arfak, Manokwari Selatan, Teluk Bintuni, hingga Teluk Wondama. Selain itu, pasar ini diharapkan mampu menjadi simpul penguatan jaringan logistik nasional di Kawasan Timur Indonesia.
Adapun alasan dan urgensi pembangunan Pasar Induk tersebut antara lain sebagai berikut :
1. Kebutuhan mendesak terhadap pasar induk modern yang representatif, higienis, aman, dan memenuhi standar nasional.
2. Ketidakseimbangan distribusi barang serta tingginya biaya logistik dan harga bahan pokok akibat tidak adanya pasar induk yang memadai.
3. Dukungan terhadap pelaku UMKM, pedagang lokal, dan petani dalam menjual hasil produksi dengan rantai pasok yang lebih efisien.
4. Lokasi Kabupaten Manokwari sebagai Ibukota Provinsi Papua Barat dan pusat pemerintahan, perdagangan, dan pelayanan publik yang strategis di wilayah kepala burung Pulau Papua.
Pada kesempatan yang sama juga Bupati Manokwari memohon dengan hormat agar Bapak Menteri berkenan memberikan
1. Persetujuan prinsip atas rencana pembangunan Pasar Raya/Pasar Induk Wosi di Kabupaten Manokwari.
2. Rekomendasi resmi dari Kementerian Perdagangan RI, sebagai sebagai Rediness Criteria untuk mengusulkan Pembangunan Infrastruktur Pasar tersebut kepada Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia, untuk dibangun secara berkelanjutan melalui skema APBN Tahun 2026-2027.
Selanjutnya Menteri Perdagangan menyampaikan akan menugaskan direktorat terkait untuk mengirim tim teknis ke lapangan guna melakukan survei terkait rencana Pembangunan pasar dimaksud. ( adm)