MANOKWARI, KABARKASUARI.COM_Majelis Rakyat Papua Barat ( MRPB) menggelar rapat pleno dalam rangka menetapkan dua Surat Keputusan (SK) Panitia Khusus (Pansus), yang berlangsung di ruang sidang Kantor MRP Papua Barat, Senin (2/3/2026).
Rapat pleno tersebut dipimpin langsung Ketua MRP Papua Barat, Judson Ferdinandus Waprak, didampingi unsur pimpinan serta dihadiri seluruh kelompok kerja (Pokja) MRP Papua Barat.
Dalam pleno tersebut, ditetapkan dua SK Panitia Khusus, yakni Pansus Penyelesaian Masalah Pengungsian di Kabupaten Teluk Bintuni serta Pansus Regulasi yang mencakup penetapan tenaga ahli MRPB dan penyusunan Peraturan MRPB tentang tata cara beracara sidang kode etik.
Selain agenda penetapan Pansus, rapat pleno juga membacakan hasil putusan sidang kode etik Dewan Kehormatan MRPB.
Ketua MRPB Judson Ferdinandus Waprak menegaskan bahwa pembentukan dua panitia khusus tersebut bukan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok, melainkan demi kepentingan masyarakat, khususnya Orang Asli Papua di Provinsi Papua Barat.
“ lembaga ini hadir untuk melindungi , memberdayakan dan membela hak-hak orang asli papua , oleh karena itu tim pansus perlu di bentuk oleh lembaga “, ujar nya.

Disampaikan bahwa untuk menyelesaikan masalah orang asli papua bukan seledar agenda administrasi, namun menjadi komitmen moral dan tangung jawab , sebab masih banyak persoalan yang di hadapi orang asli papua, mulai dari masalah tanah adat, pendidikan , pendidikan, kesehatan hingga perlindungan sosial dan hukum
“ anggota MRPB diharapkan tidak hanya menjadi penonton dalam proses penyusunan regulasi, tetapi harus aktif memperjuangkan kepentingan Orang Asli Papua melalui kebijakan lembaga”, ujarnya.
Ia juga menambahkan, sebagai lembaga kultur Orang Papua, MRPB memiliki peran strategis dalam menentukan tenaga ahli lembaga melalui kajian akademis dan analisis hukum, sehingga setiap keputusan yang dihasilkan memiliki kekuatan konstitusional serta bermartabat.
Selain itu, selalu ketua di lembaga kultur orang papua di Papua Barat, Ferdinan Waprak juga menegaskan untuk menata urusan internal lembaga sangat penting.
Ketua MRPB turut mengajak seluruh anggota menjadikan MRP Papua Barat sebagai rumah bersama yang mampu melahirkan keputusan bermakna bagi generasi Papua saat ini maupun di masa mendatang.