MANOKWARI, KABARKASUARI. COM_Bupati Manokwari, Hermus Indah, melakukan tatap muka bersama warga Kampung Persiapan Myof, Distrik Manokwari Selatan, yang diproyeksikan sebagai kawasan relokasi bagi masyarakat dari wilayah permukiman padat penduduk di Kota Manokwari, Selasa ( 3/3/2026).
Kunjungan tersebut turut dihadiri pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) guna melihat secara langsung kondisi masyarakat serta perkembangan kawasan permukiman yang mulai ditempati warga.
“ kehadiran pemerintah daerah bertujuan untuk berinteraksi langsung sekaligus meninjau kondisi perumahan dan lingkungan permukiman yang sedang dikembangkan sebagai kawasan hunian baru”, ujar Bupati Mengawali arahannya.
Bupati menjelaskan, Kabupaten Manokwari masih menghadapi persoalan kemiskinan yang cukup tinggi, termasuk kemiskinan ekstrem yang mencapai sekitar 14 ribu jiwa. Jumlah tersebut tersebar di wilayah pusat kota maupun kawasan pinggiran dan menjadi tantangan serius yang harus diselesaikan pemerintah daerah secara bertahap.
Pemerintah Kabupaten Manokwari menargetkan angka kemiskinan dapat terus ditekan setiap tahun hingga mencapai nol persen di masa mendatang. Selain itu, pemerintah juga tengah menghadapi persoalan kawasan kumuh, khususnya di wilayah Sanggeng dan sejumlah ruas jalan protokol di pusat kota.

Bupati Manokwari, Hermus Indou, Saat Memberikan Arahan kepada Masyarakat di kampung Myof
Menurut Bupati, Manokwari memiliki peran strategis sebagai pusat peradaban Orang Asli Papua sekaligus ibu kota Provinsi Papua Barat, sehingga penataan kota menjadi kebutuhan penting agar mampu bersaing dengan daerah lain di Tanah Papua.
Pemerintah daerah mengapresiasi inisiatif masyarakat dan pemerintah kampung yang telah memulai pembangunan secara mandiri di Kampung Myof. Ia menegaskan pembangunan tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri, melainkan membutuhkan dukungan dan komitmen bersama seluruh masyarakat.
“Kampung Myof bukan lagi sebuah angan-angan, tetapi sudah menjadi realitas,” ujar Bupati di hadapan warga.
Sebagai bentuk dukungan, pemerintah daerah berkomitmen membantu pembangunan kawasan tersebut, termasuk menyiapkan bantuan bahan bangunan rumah bagi warga yang sedang membangun hunian. Ke depan, tipologi pembangunan rumah juga akan ditetapkan agar Kampung Myof berkembang menjadi kawasan permukiman yang tertata dan indah.
Selain pembangunan perumahan, pemerintah daerah juga memberi perhatian pada penyediaan air bersih, pembangunan jalan lingkungan, serta fasilitas publik lainnya, meskipun daerah tengah menghadapi pemangkasan anggaran.
Di sektor ekonomi, pengembangan pertanian juga menjadi fokus pemerintah mengingat Kampung Myof memiliki potensi pengembangan lahan persawahan yang dapat mendukung ketahanan pangan masyarakat.
Seluruh aspirasi masyarakat yang dihimpun dalam kunjungan kerja tersebut akan dibahas bersama lintas perangkat daerah untuk ditindaklanjuti melalui program pembangunan ke depan.
Bupati juga berharap proses relokasi warga dapat mengutamakan masyarakat dari wilayah Sanggeng, mengingat kawasan tersebut akan ditata ulang dengan target hingga tahun 2030 tidak lagi terdapat permukiman padat di wilayah tersebut.
