Dekranasda Manokwari Dorong Produk Vetiver Wasirawi Tampil Lebih Modern dan Berdaya Saing

MANOKWARI,KASUARI.COM_Ketua Dekranasda Kabupaten Manokwari sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Manokwari, Ny. Febelina Indou, bersama jajaran Pengurus Dekranasda dan organisasi mitra melakukan kunjungan ke Kampung Aurmios, Distrik Wasirawi, untuk meninjau secara langsung hasil kerajinan mama-mama Papua yang memanfaatkan rumput vetiver sebagai bahan dasar kerajinan, Jumat (14/8 )

Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen Dekranasda dan TP-PKK Kabupaten Manokwari untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat, khususnya dalam mendorong pemberdayaan perempuan, pengembangan ekonomi kreatif, serta penguatan potensi usaha berbasis sumber daya lokal.

Para perajin yang dikunjungi merupakan bagian dari Yayasan Arfak Aromatic, yang mengembangkan pemanfaatan rumput vetiver menjadi berbagai produk kerajinan bernilai ekonomi. Karya-karya tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan melalui peningkatan kualitas, inovasi desain, pengemasan, dan perluasan pemasaran.

Dalam kunjungan tersebut, Ny. Febelina Indou berdialog langsung dengan mama-mama perajin, melihat hasil karya yang telah dihasilkan, sekaligus mendengarkan berbagai kebutuhan dan tantangan yang dihadapi dalam mengembangkan usaha.

Sebagai bentuk nyata perhatian terhadap pengembangan ekonomi masyarakat, Dekranasda Kabupaten Manokwari turut memberikan dukungan bantuan modal usaha kepada para perajin yang tergabung dalam Yayasan Arfak Aromatic.

Dukungan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kegiatan produksi, pengadaan bahan baku, peningkatan kualitas produk, serta pengembangan usaha agar semakin mandiri dan berkelanjutan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pengurus Dekranasda Kabupaten Manokwari, TP-PKK Kabupaten Manokwari, Ketua GOW Ny Nurhaya Mugiyono,Ketua Adhyaksa Dharmakarini, serta jajaran Bhayangkari Polresta Manokwari.

Kehadiran organisasi mitra ini menjadi wujud semangat kolaborasi dalam memperkuat pemberdayaan perempuan sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi ekonomi di wilayahnya.

Ny. Febelina: Dari Tangan Mama-Mama Papua, Tumbuh Kekuatan Ekonomi Keluarga

Ny. Febelina Indou menyampaikan bahwa kerajinan berbahan rumput vetiver bukan sekadar produk kerajinan, tetapi merupakan bukti bahwa masyarakat di kampung memiliki kreativitas, keterampilan, dan potensi ekonomi yang besar.

“Saya ingin mama-mama terus berkarya. Jangan pernah merasa bahwa apa yang kita buat di kampung itu kecil atau sederhana. Dari tangan mama-mama inilah kita bisa menghasilkan karya yang punya nilai, punya identitas, dan bisa dikenal lebih luas,” ujar Ny. Febelina.

Ia menegaskan bahwa Dekranasda dan TP-PKK Kabupaten Manokwari akan terus mendorong dan mendampingi para perajin agar semakin percaya diri dalam mengembangkan usaha.

“Kami datang bukan hanya untuk melihat hasil karya mama-mama. Kami datang untuk mendengar, melihat apa yang menjadi kebutuhan, dan berjalan bersama. Karena pemberdayaan itu bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi bagaimana kita memastikan mama-mama bisa terus berkembang dan menjadi mandiri,” tuturnya.

Menurut Ny. Febelina, setiap karya yang lahir dari tangan mama-mama Papua memiliki cerita dan identitas lokal yang kuat. Karena itu, para perajin didorong untuk terus berinovasi, menjaga kualitas, dan berani membawa produk lokal ke pasar yang lebih luas.

“Jangan berhenti di sini. Terus berinovasi, jaga kualitas, dan buat karya yang semakin baik. Kita ingin suatu saat nanti ketika orang melihat produk ini, mereka langsung tahu bahwa ini adalah karya mama-mama Papua dari Manokwari,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa pemberdayaan perempuan memiliki hubungan erat dengan penguatan ekonomi keluarga.

“Kalau mama-mama berdaya, keluarga akan kuat. Kalau keluarga kuat, masyarakat akan kuat. Dan kalau masyarakat kuat, maka Manokwari akan semakin maju, mandiri, dan sejahtera,” ungkapnya.

Ny. Febelina berharap kolaborasi antara Dekranasda, TP-PKK, organisasi mitra, Yayasan Arfak Aromatic, dan para perajin dapat terus diperkuat. Pemberdayaan masyarakat, menurutnya, tidak boleh berhenti pada pemberian bantuan, tetapi harus dilanjutkan melalui pendampingan, peningkatan keterampilan, inovasi produk, penguatan kemasan, hingga perluasan akses pemasaran.

“Mari kita bangun dari kampung. Mari kita angkat karya mama-mama Papua. Karena dari tangan mereka, ada kreativitas, ada harapan, dan ada masa depan bagi keluarga serta daerah kita,” pungkasnya.

Kunjungan ke Distrik Wasirawi menjadi gambaran bahwa potensi lokal yang dikelola dengan kreativitas dan dukungan yang tepat dapat tumbuh menjadi kekuatan ekonomi masyarakat.

Dari rumput vetiver yang sederhana, lahir karya yang membawa identitas Papua. Dari tangan mama-mama di Aurmios, tumbuh semangat untuk membangun kemandirian keluarga dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Melalui semangat “Manokwari untuk Semua, Semua untuk Manokwari”, Dekranasda dan TP-PKK Kabupaten Manokwari berkomitmen untuk terus hadir bersama masyarakat, mengangkat potensi lokal, serta mendorong lahirnya pelaku usaha perempuan yang semakin berdaya, mandiri, dan sejahtera. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *