Manokwari, kabarkasuari.com_Memaknai sengsara dan wafat Yesus Kristus yang di imani umat Kristiani di seluruh Bumi pada Jumat Agung, Gereja Katolik Paroki Imanuel Sanggeng Manokwari Juga mengenang nya dengan Penyembahan salib, Jumat ( 18/4/2025)
Ibadah penyembahan salib berjalan khitmah, yang di awali dengan proses penghormatan salib yesus,di pimpin pastor Dominggus Pega, OSA.
Dalam renungan Bacaan firman Tuhan tentang sengsara Yesus di kayu salib demi menebus dosa manusia, Pastor Dominggus Pega menyampaikan akan peran maria ibu Yesus yang setia mengikuti perjalan Yesus anak nya hingga wafat di kayu salib.
” Dari sebuah sudut pandang yang kita gunakan untuk memandang salib, sudut pandang ibu Yesus adalah yang terbaik, Kasih yang di bagikan antara ibu dan putra di kaki salib, berlipat ganda yang mengungkapkan kesetian yang tak tergoyahkan “.
Makna dari kesetiaan maria kepada Putranya ialah anugerah keselamatan, apabila manusia ingin memahami kasih Allah maka tidak perlu mencari lebih jauh dari kasih yang tak bernoda dan sempurna yang di bagikan antara ibu dan putra di kaki salib. Oleh karena itu di perayaan Jumat Agung , Umat Katolik di undang untuk berdiri bersama Rasul yang di kasihinya YohanesYohanes untuk memasang kasih yang di bagikan antara ibu dan putra.
” Sebagai orang percaya, saat ini harus memikirkan apa yang akan kita lakukan untuk berpartisipasi dalam kasih tersebut, harus ada keberanian dan kekuatan, mampu memaafkan, kebebasan dari kepahitan serta memiliki komitmen untuk membagi kasih yang kita Terima di bawa kaki salib “.
Pada perayaan Jumat Agung umat Katolik di ajak untuk menyatukan pandangan terarah kepada kasih Ibu dan putranya.

Penyembahan Salib pada perayaan jumat Agung sendiri, melambangkan penghormatan kepada Yesus Kristus yang tersalin demi menebus dosa unat manusia.
Di Paroki Imanuel Imanuel Sanggeng Sendiri, perayaan Jumat Agung di ikuti Ribuan umat(adm) .