
Manokwari, kabarkasuari.com_Dinas Sosial dan Dinas Pekerjaan Umum dan penataan Ruang( PUPR) kabupaten Manokwari pada selasa ( 15/4/2025) melakukan sosialisasi kepada warga terdampak kebakaran borobudur tahun 2021 silam.
Sosialisasi yang di lakukan pemerintah kabupaten Manokwari melalui dua Opd terknis ini, bertujuan agar memberikan pemahaman kepada warga terdampak kebakaran borobudur, sehingga pada saat melakukan pendataan bisa memperoleh data yang akurat.
Kepala Dinas Sosial kabupaten Manokwari Ferdy Lalenoh dalam arahannya menyampaikan, sosialisasi yang di lakuka merupakan tindak lanjut dari di lumcurkannya program 100 hari kerja bupati dan wakil bupati Manokwari.
” Sosialisasi ini merupakan langkah awal, sebelum kami melakukan pendataan “.
Untuk melakukan pendataan, pemerintah sangat mengharapkan dukungan serta kerja sama dari warga agar Pembangunan Hunian Sementara (Huntara) yang diprogramkan dalam 100 hari kerja dapat terpaksa.
Dalam pendataan akan difokuskan pada warga yang benar-benar tinggal area pembangunan serta kena dampak dari pembangunan huntara. Sehingga warga yang terdata akan di berikan santunan selama 3 bukan.
” Yang Kami data dan memberi santunan ialah mereka yang tinggal di area pembangunan, tepatnya sepanjang jalan akses masuk sehingga proses pengerjaan huntara bisa berjalan lancar”, jelas Lalenoh.

Sebelumnya pada launching program 100 hari kerja bupati da wakil bupati pada Kamis (10/4/2025), bupati bersama wakil bupati telah menemui warga di sepanjang jalan akses masuk lokasi pembangunan huntara dan telah menyampaikan bahwa warga yang terkena dampak dari proses pembangunan huntara akan di berikan bantuan santunan hidup selama 3 bulan yang dk pergunakan untuk sewa rumah dan kebutuhan sehari hari.
Terkait besaran pemberia santunan hidup akan di kaki oleh Dinas Sosial dan PUPR kabupaten Manokwari. (adm)