MANOKWARI, KABARKASUARI.COM_Di tengah keheningan Masa Prapaskah, ketika umat diajak untuk merenung dan memperdalam iman, kasih menemukan wujudnya yang paling nyata, yakni berbagi kasih.
Bagi umat Katolik Paroki Imanuel Sanggeng, kasih tidak berhenti pada doa dan refleksi, tetapi hadir dalam tindakan sederhana yang menyentuh kehidupan sesama.
Melalui Panitia Paskah 2026, umat Paroki Imanuel Sanggeng menggelar aksi berbagi kasih sebagai bagian dari penghayatan iman akan kebangkitan Kristus. Aksi ini menjadi bukti bahwa makna Paskah tidak hanya dirayakan dalam liturgi, tetapi juga dihidupi dalam keseharian.

Bantuan berupa sembako disalurkan kepada umat yang membutuhkan, serta kepada sejumlah asrama, di antaranya Asrama Mahasiswa Vilanova Amban, Asrama Putra dan Putri SMA Vilanova, Asrama Paniai, dan Asrama SMP Vilanova Maripi. Kehadiran bantuan ini menjadi secercah harapan di tengah keterbatasan yang dialami para penerima.
Tak berhenti di lingkungan internal Gereja Katolik, semangat berbagi juga menjangkau sesama lintas iman. Bantuan diberikan kepada Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK) Laharoi Amdai dan Pondok Pesantren Hidayatullah Andai. Di sinilah nilai toleransi dan persaudaraan benar-benar terasa hidup—ketika kasih melampaui sekat perbedaan.
Senyum dan ungkapan syukur terpancar dari para penerima bantuan. Bagi mereka, perhatian yang diberikan bukan sekadar bantuan materi, tetapi juga tanda bahwa mereka tidak sendiri. Kehadiran Paroki Imanuel Sanggeng menjadi wujud nyata solidaritas di tengah masyarakat.
Ustad Fahrul Rozi dari Pondok Pesantren Hidayatullah Andai menyampaikan apresiasinya. Ia menilai bantuan tersebut sebagai simbol cinta kasih dan toleransi antarumat beragama yang patut dijaga dan terus ditumbuhkan.
“Hal seperti ini kita harus rawat dengan baik agar kehidupan toleransi umat beragama tetap terjaga, persaudaraan terus diperkuat, berbagi kasih tidak memandang suku, agama maupun ras namun di landaskan dengan rasa persaudaraan demi tercintanya manokwari yang damai “, tutur ustad Fahrul Rozi.
Hal senada juga diungkapkan para penghuni asrama penerima bantuan, yang merasa terbantu dan diperhatikan. Kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan ini menjadi jembatan yang menguatkan rasa persaudaraan di tengah keberagaman.

Aksi yang dilaksanakan pada 31 Maret ini bukan sekadar agenda tahunan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi panggilan iman untuk menghadirkan kasih Kristus secara nyata dalam kehidupan sosial.
Melalui langkah kecil yang penuh makna ini, umat Paroki Imanuel Sanggeng menunjukkan bahwa Paskah adalah tentang kehidupan—tentang kasih yang bangkit, bergerak, dan menyentuh hati banyak orang.
Dari Sanggeng, semangat berbagi dan toleransi terus digaungkan, menjadi inspirasi bahwa kebaikan sekecil apa pun mampu membawa harapan besar bagi sesama.(KK)