Konektivitas Udara Manokwari Diperkuat, Bupati Hermus Indou Temui Dirjen Perhubungan Udara

JAKARTA,Kabarkasuari.Com_Bupati Manokwari Hermus Indou terus memperjuangkan peningkatan konektivitas udara bagi ibu kota Provinsi Papua Barat. Langkah tersebut diwujudkan melalui komunikasi intensif  dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan pada Jumat (26/9/2025). 

Bupati Hermus Indou, didampingi Kepala BLU UPBU Kelas II  Rendani, Bertemu Dirjen Perhubungan Udara, yang mana falam pertemuan tersebut di sampaikan Usulan Program Pembangunan Infrastruktur Strategis Bandar Udara Rendani Manokwari.

Bupati menyampaikan ucapan terima kasih kepada  Dirjen Perhubungan Udara karena atas bantuan dan sinergitas, sehingga  runway bandara rendani sudah mengalami perpanjangan yang awalnya 2.000 meter kini menjadi 2.300 meter dan harapannya bisa bertambah lagi menjadi 2.500 – 3.000 meter sesuai target dari Pemerintah Kabupaten Manokwari.

Pada kesempatan tersebut juga Bupati menyampaikan latar belakang pembangunan bandara Rendani tidak muncul dari ruang hampa, tetapi didorong oleh beberapa faktor, seperti :

  1. Posisi Geostrategis Papua Barat : Manokwari terletak di jantung Papua Barat dan berhadapan langsung dengan Samudera Pasifik. Posisi ini menjadikannya potensial sebagai hubungan atau gerbang utama (prime gateway) untuk konektivitas regional, baik domestik maupun internasional ke kawasan Pasifik.
  2. Kebijakan Nasional Pemerataan Pembangunan : Pemerintah Pusat memiliki komitmen kuat untuk mempercepat pembangunan di Indonesia Timur.
  3. Potensi Sumber Daya Alam yang Besar : Papua Barat, dengan Kabupaten Manokwari di dalamnya, memiliki kekayaan alam yang melimpah, seperti hasil perikanan, perkebunan (kelapa sawit, kakao), dan potensi pariwisata bahari dan alam yang luar biasa. Bandara yang memadai adalah kunci untuk mengekspor hasil alam tersebut dan mendatangkan wisatawan.
  4. Dukungan untuk Ibu Kota Provinsi Papua Barat : Sebagai ibu kota provinsi, Manokwari membutuhkan infrastruktur kelas ibu kota provinsi yang mampu mendukung aktivitas pemerintahan, bisnis, dan diplomasi.
  5. Rencana Induk Pembangunan Nasional : Pembangunan Bandara Rendani sejalan dengan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional dan Rencana Induk Percepatan Industrialisasi di Indonesia Timur.

Lebih lanjut Bupati Manokwari menyampaikan eksisting bandara rendani saat ini telah berfungsi sebagai bandara penunjang dengan rute-rute domestik. Namun, untuk menjawab tantangan masa depan, beberapa keterbatasan perlu segera diatasi antara lain ; Peningkatan Kapasitas Inti  , Pembangunan Terminal Penumpang Baru , Perpanjangan Runway, Pembangunan Apron, peningkatan sistem navigasi.

Selain itu, Bupati juga mengusulkan, Pengembangan Kawasan dan Konektivitas, Pembangunan Fasilitas Kargo,Pengembangan Kawasan Ekonomi Bandara, peningkatan Akses Jalan dan Transportasi Menuju Bandara , Penataan sisi darat bandara rendani , dan penyiapan penerbangan langsung.

Pengembangan Bandara Rendani diharapkan dapat ikut mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan pariwisata, serta ikut mendukung visi pembangunan manokwari sebagai pusat peradaban di Tanah Papua.

Dalam pertemuan tersebut, Dirjen Perhubungan Udara mengapresiasi kerja sama yang selama ini terjalin antara pemda manokwari dan Blu UPBU Bandara Rendani, termasuk  penyediaan lahan oleh pemda. (adm).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *