Dinsos Manokwari Sambut Program Digitalisasi Bansos untuk Wujudkan Bantuan Tepat Sasaran

MANOKWARI, KABARKASUARI.COM_ Dinas Sosial Kabupaten Manokwari menyambut baik dan bersyukur atas ditetapkannya daerah tersebut sebagai salah satu kabupaten yang menjadi pilot project dalam perluasan uji coba digitalisasi penyaluran bantuan sosial (bansos).

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Sosial Kabupaten Manokwari, Fredy Lalenoh, mengatakan program digitalisasi bantuan perlindungan sosial ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, terutama dalam memastikan bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran.

“Kami bersyukur dan berterima kasih karena dari 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia, Kabupaten Manokwari terpilih menjadi pilot project perluasan uji coba pendataan digitalisasi bansos di Papua Barat. Tentu ini merupakan sebuah pencapaian yang baik, sehingga patut kami apresiasi dan sampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat. Hal ini tentu tidak terlepas dari dukungan pimpinan daerah, yakni Bupati dan Wakil Bupati Manokwari, yang telah mendorong Dinas Sosial untuk terus menindaklanjuti berbagai program pemerintah pusat,” tutur Fredy Lalenoh.

Menurut Fredy, melalui penerapan sistem digitalisasi, pemerintah berharap proses pendataan masyarakat penerima bantuan sosial dapat dilakukan secara lebih akurat, transparan, dan terintegrasi.

“Sebagai salah satu kabupaten yang terpilih menjadi pilot project, kami sangat bersyukur dan mengapresiasi kepercayaan yang diberikan. Harapannya, melalui program ini masyarakat dapat benar-benar terdata dengan baik dan bantuan yang disalurkan tepat kepada warga yang membutuhkan,” ujar Fredy Lalenoh.

Kabupaten Manokwari menjadi salah satu dari 47 kabupaten di Indonesia yang dipilih dalam program perluasan uji coba digitalisasi penyaluran bansos. Sebagai organisasi perangkat daerah (OPD) teknis yang menjadi perpanjangan tangan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Sosial, Dinas Sosial Manokwari menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh pelaksanaan program tersebut.

Dalam rangka mendukung implementasi digitalisasi bansos, sebanyak 160 peserta mengikuti kegiatan bimbingan teknis yang nantinya akan bertugas sebagai agen pendataan di tengah masyarakat.

Para agen pendataan ini diharapkan dapat membantu Dinas Sosial dalam melakukan verifikasi dan pendataan calon penerima bantuan sosial, sehingga data perlindungan sosial yang dihasilkan semakin valid.

Fredy menjelaskan, keberadaan agen pendataan menjadi bagian penting dalam memperkuat pelayanan sosial, karena mereka akan berperan langsung dalam membantu pemerintah memperoleh data masyarakat yang membutuhkan bantuan.

Dengan adanya program digitalisasi ini, Pemerintah Kabupaten Manokwari berharap penyaluran bantuan sosial ke depan semakin efektif, transparan, dan mampu menjangkau masyarakat yang benar-benar berhak menerima.(kk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *