MANOKWARI,KABARKASUARI.COM_Pemerintah Kabupaten Manokwari resmi meresmikan hunian sementara (huntara) di Kompleks Borobudur, Kelurahan Padarni, pada Jumat siang,(10/4/2026).Peresmian ini menjadi bagian dari program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Manokwari.
Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Manokwari, Hermus Indou, bersama Wakil Bupati Mugiyono. Huntara tersebut dibangun untuk warga yang terdampak kebakaran besar pada tahun 2021 yang menghanguskan puluhan rumah.
Sebanyak 46 unit huntara tipe 36 telah dibangun, terdiri dari 32 unit di darat dan 14 unit di atas laut. Kehadiran hunian ini diharapkan mampu memberikan tempat tinggal yang layak bagi masyarakat yang selama ini terdampak bencana.

Dalam sambutannya, Bupati Hermus Indou menyampaikan bahwa peresmian huntara ini merupakan jawaban atas perjuangan panjang warga korban kebakaran. Ia menilai, pembangunan ini menjadi wujud nyata perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
“ ini adalah berkat dari Tuhan, karena ketika masyarakat mengalami bencana kebakaran ada pergumulan yang sungguh sungguh, dan saat ini Tuhan Jawab “, ujar Bupati Hermus Indou.
“ Pemerintah daerah berharap dengan diresmikan nya huntara ini, dapat menjadi gerbang berkah agar berkat berkat lainnya juga tercurah atas manokwari “, lanjut Bupati.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kabupaten Manokwari, Jhoni Towansiba, mengatakan pembangunan huntara merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menyediakan hunian yang layak bagi masyarakat terdampak.
“ diresmikan huntara borobudur menjadi wujud nyata komitmen bupati dan wakil bupati dalam menjamin pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, keberadaan huntara ini juga sebagai wujud respon cepat dan terukur terdapat kondisi masyarakat terdampak kebakaran sekaligus sebagai bagian dari kebijakan strategis pemerintah daerah dalam penataan kawasan yang berkualitas serta berkelanjutan “.

Selain unit rumah, di laporkan bahwa pemerintah juga melengkapi kawasan tersebut dengan berbagai fasilitas pendukung, seperti satu unit dapur umum, gapura kawasan, dua unit toilet umum, sarana air bersih, serta akses jalan cor dari jalan utama menuju lokasi huntara.
Pemerintah daerah berharap warga yang menempati huntara dapat menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun, serta tidak melakukan penambahan bangunan yang dapat mengganggu tata kawasan.
Meski demikian, masih terdapat sejumlah kepala keluarga yang belum mendapatkan hunian. Pemerintah Kabupaten Manokwari berkomitmen akan melanjutkan pembangunan secara bertahap hingga seluruh warga terdampak dapat terakomodir(KK)