MANOKWARI, PAPUA BARAT_Semangat berbagi di bulan suci Ramadhan kembali diwujudkan melalui kolaborasi lintas lembaga. Yayasan Bakrie Amanah bekerja sama dengan Yayasan Kasih Wasaraka Berkah, Rumah Belajar Papua, dan Komunitas Rumah Noken menyalurkan 300 paket
buka puasa kepada berbagai kalangan masyarakat di Manokwari, Papua Barat, Kamis (20 /3/2026).
Program ini menyasar beragam penerima manfaat, mulai dari jamaah masjid, santri di pesantren,tenaga medis, hingga mahasiswa dan anak-anak yang tinggal di berbagai asrama. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata solidaritas sosial dalam menjangkau kelompok-kelompok yang berkontribusi
dan bertahan di tengah berbagai keterbatasan.
Penyaluran paket dilakukan secara bertahap di sejumlah titik dengan melibatkan relawan dariberbagai komunitas. Tidak hanya sekadar berbagi makanan untuk berbuka, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan sosial, menghadirkan kehangatan, serta memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat.
Rhidian Yasminta Wasaraka, selaku perwakilan Yayasan Kasih Wasaraka Berkah, menegaskan bahwa kolaborasi lintas lembaga ini menjadi bukti pentingnya kerja bersama dalam memperluas jangkauan dan dampak kemanusiaan.
” Ramadhan mengajarkan kita tentang berbagi dan saling menguatkan. Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan bahwa lebih banyak saudara kita—baik di masjid, pesantren, rumah sakit, maupun asrama—dapat merasakan kebahagiaan saat berbuka puasa,” ujarnya.
Salah satu santri penerima manfaat, Rahmat, mengungkapkan bahwa bantuan ini memberikan manfaat lebih dari sekadar makanan berbuka.
” Di pesantren sebenarnya kami selalu disiapkan makanan untuk berbuka puasa. Tapi paket yang kami terima sekarang berupa nasi lengkap dengan lauk yang bisa bertahan sampai subuh. Jadi bisa kami gunakan juga untuk sahur, atau untuk makan saat i’tikaf di malam hari tanpa harus repot
memasak lagi,” tuturnya.
Sementara itu, Risna Hasanudin dari Komunitas Rumah Noken menegaskan pentingnya pelibatan
komunitas lokal dalam kegiatan sosial seperti ini.
“Kami senang komunitas dilibatkan dalam kegiatan seperti ini, karena kami memahami dengan baik kantong-kantong masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Harapannya, ke depan program
seperti ini bisa terus berlanjut dengan jangkauan yang lebih luas dan jumlah penerima manfaat yang lebih besar,” ungkapnya.
Program ini menjadi bukti bahwa sinergi antara lembaga filantropi, komunitas lokal, dan inisiatif pendidikan mampu menghadirkan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, para penyelenggara berharap semangat gotong royong dan kepedulian sosial terus tumbuh, tidak hanya di bulan Ramadhan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari membangun masyarakat yang lebih peduli dan berdaya. (KK)