Pedagang Pinang  Di Wosi Transito Dukung Penertiban Lapak, Minta Pemerintah Perhatikan Mama Papua

MANOKWARI,KABARKASUARI.COM_Sejumlah pedagang pinang di kawasan Wosi Transito menyatakan dukungan terhadap langkah pemerintah dalam melakukan penertiban lapak jualan, yang bertujuan untuk memperindah wajah Manokwari Jelang Pesta Paduan Suara Gerejawi ( Pesparawi) Nasional. Meski demikian, para pedagang berharap pemerintah tetap memperhatikan nasib mereka, khususnya para mama Papua yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas berdagang.

Salah satu pedagang, Marice A. Taribaba, Rabu (3/6/2026) menyampaikan bahwa mereka siap membongkar lapak jualan , dan proses pembongkaran telah di lakukan selama empat hari, guna mendukung apa yang menjadi tujuan pemerintah kabupaten Manokwari. Namun, para pedagang meminta agar proses penertiban dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan ekonomi masyarakat kecil.

Lapak Jualan di Wosi Transito, dalam proses pembongkaran

“Kami siap bongkar tempat jualan kami, yang penting pemerintah juga perhatikan kami mama Papua,” ujar Mama Marice A. Tarubaba

Menurut para pedagang, pondok-pondok tempat berjualan yang selama ini digunakan merupakan fasilitas yang dibangun oleh pemerintah yakni pemerintah provinsi Papua Barat. Karena itu, mereka berharap ada perhatian lanjutan berupa dukungan anggaran untuk membangun tempat usaha baru yang lebih layak setelah penertiban dilakukan.

Para pedagang juga meminta dana bantuan yang sebelumnya diperuntukkan bagi mereka sebesar Rp15 juta dapat segera diserahkan. Dana tersebut dinilai penting untuk membantu pembangunan pondok baru agar aktivitas jual beli tetap berjalan.

“Kami harap dana yang diperuntukkan untuk kami sebesar Rp15 juta bisa diserahkan, karena untuk membangun pondok baru membutuhkan biaya,” lanjut Mama Marice.

Sebelumnya Pemerintah Daerah Telah bertemu langsung dengan para pedagang Pinang yang berjualan di lapak lapak jualan di beberapa lokasi di Manokwari, dan mensosialisasikan tentang penertiban Bangunan liar serta bangunan yang di bangun tidak tepat lokasi. (KK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *