Pelatihan Menjahit Tingkat Dasar, Pemkab Manokwari Dorong Perempuan Asli Papua Mandiri Secara Ekonomi

MANOKWARI, KABARKASUARI.COM – Pemerintah Kabupaten Manokwari terus mendorong pemberdayaan perempuan asli Papua melalui peningkatan keterampilan dan penguatan kemandirian ekonomi. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan Menjahit Tingkat Dasar bagi Perempuan Papua Tahun 2026 yang diikuti 10 peserta.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Manokwari, Alberthina Porulery, pada pembukaan latihan, Selasa (27/10), mengatakan pelatihan menjahit merupakan salah satu langkah untuk membekali perempuan dengan keterampilan produktif yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Alberthina menegaskan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam keluarga dan masyarakat. Menurutnya, ketika perempuan berdaya secara ekonomi, kesejahteraan keluarga juga berpotensi meningkat.

“Ketika seorang perempuan berdaya secara ekonomi, maka kesejahteraan keluarga pun akan ikut meningkat. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan keterampilan perempuan-perempuan hebat di Manokwari, salah satunya melalui pelatihan menjahit ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, meskipun jumlah peserta dalam pelatihan tersebut masih terbatas, kesempatan yang diberikan harus dimanfaatkan secara maksimal. Keterampilan menjahit dinilai memiliki peluang usaha yang cukup menjanjikan, mulai dari pembuatan pakaian, seragam sekolah, pakaian adat, hingga jasa perbaikan pakaian sehari-hari.

Alberthina berharap, melalui pelatihan ini, para peserta tidak hanya mampu menjahit untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga dapat mengembangkan keterampilan tersebut menjadi usaha mandiri dari rumah maupun membentuk kelompok usaha bersama.

“Saya berharap, setelah mengikuti pelatihan ini, 10 orang perempuan hebat ini tidak hanya mahir menjahit untuk keperluan rumah tangga, tetapi mampu membuka usaha rumahan atau bahkan membentuk kelompok usaha bersama,” katanya.

Kepada seluruh peserta, ia berpesan agar mengikuti setiap tahapan pelatihan dengan tekun, disiplin, dan penuh semangat. Para peserta juga diharapkan tidak takut melakukan kesalahan selama proses belajar, karena instruktur akan memberikan bimbingan hingga mereka mampu menguasai keterampilan dasar menjahit.

Ia turut meminta para instruktur memberikan materi dan pendampingan terbaik agar peserta memiliki bekal keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dikembangkan menjadi usaha produktif.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Manokwari berharap semakin banyak perempuan asli Papua yang memiliki keterampilan, kesempatan berusaha, serta kemandirian ekonomi guna meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat. Selain itu peserta juga diajak untuk membuktikan bahwa perempuan Papua mampu menjadi pribadi yang mandiri, terampil, dan berdaya. (Rey/kk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *