MANOKWARI,KABARKASUARI.COM_Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari resmi menyambut kedatangan 100 personel Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 dari Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya di Ruang Sasana Karya Kantor Bupati Manokwari, Senin (3/8/2026).
Kedatangan tim peneliti dan pengabdi tersebut diterima langsung oleh Wakil Bupati Manokwari, Mugiyono, sekaligus menandai pelepasan resmi para peserta untuk menjalankan tugas di kawasan transmigrasi Prafi selama empat bulan ke depan.
TEP 2026 merupakan program strategis Kementerian Transmigrasi RI yang menerjunkan total 1.476 mahasiswa, alumni, dan peneliti dari 10 Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) ke 53 kawasan transmigrasi se-Indonesia.
Wakil Bupati Manokwari, Mugiyono, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kementerian Transmigrasi dan Universitas Airlangga yang telah memilih Manokwari sebagai salah satu titik pengabdian.
“Kehadiran tim ini merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi Kabupaten Manokwari. Kami meyakini kehadiran para peneliti bukan sekadar menjalankan agenda riset, tetapi menjadi momentum penting mempererat sinergi antara pemerintah pusat, daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat,” ujar Mugiyono.
Mugiyono menjelaskan, kawasan transmigrasi Prafi yang mencakup Distrik Prafi, Masni, Sidey, dan sekitarnya memiliki potensi sumber daya alam melimpah di bidang pertanian, perkebunan, peternakan, hingga perikanan. Sektor-sektor ini dinilai berperan penting dalam menopang perekonomian daerah.
Ia berharap TEP 2026 tidak hanya menghasilkan laporan di atas kertas, tetapi juga melahirkan peta potensi wilayah yang komprehensif, rekomendasi kebijakan, hingga identifikasi komoditas unggulan dan model pemberdayaan masyarakat yang konkret.
“Kami berkomitmen memberikan dukungan penuh, mulai dari riset lapangan, pengumpulan data, hingga Focus Group Discussion (FGD). Seluruh Perangkat Daerah terkait seperti Disnakertrans, Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Peternakan telah diinstruksikan untuk mendampingi sesuai kewenangannya,” tegas Wabup.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Manokwari, Yusak Dowansiba, melaporkan bahwa 100 anggota tim TEP UNAIR ini terdiri dari gabungan alumni terampil dan mahasiswa yang didampingi dosen ahli.

“Tim Unair akan menempati pemukiman warga di beberapa distrik seperti Prafi, Masni, Sidey, hingga Warmare selama empat bulan, terhitung Agustus hingga November 2026. Seluruh pembiayaan kegiatan ini bersumber dari Kementerian Transmigrasi RI,” jelas Yusak.
Yusak menambahkan, TEP Unair tahun 2026 ini melanjutkan estafet program pengabdian yang pada tahun 2025 sebelumnya dijalankan oleh tim dari Institut Teknologi Bandung (ITB).
Di sisi lain, Ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan (LPMB) Unair Surabaya, Prof. Hery Purnobasuki, menerangkan bahwa para peserta dibekali latar belakang keilmuan yang beragam, mulai dari Farmasi, Kedokteran Hewan, Perikanan dan Kelautan, hingga Ilmu Sosial dan Politik (FISIP).
“Kami mempelajari hasil kerja rekan-rekan ITB tahun lalu dan mencoba meneruskannya. Salah satu fokus utama yang ingin kami garap adalah pemanfaatan limbah kelapa sawit menjadi produk bernilai tambah, peningkatan populasi sapi untuk mendukung pemenuhan gizi, hingga edukasi kesehatan dan pendidikan multikultural,” kata Prof. Hery.
Prof. Hery berharap program ini mampu menghasilkan best practice (praktik baik) yang berkelanjutan bagi masyarakat lokal, khususnya dalam membuka mata rantai ekonomi baru dan digitalisasi pemasaran produk lokal dari wilayah Prafi.
TEP akan bekerjasama dengan kepala distrik, hingga aparat keamanan baik Kepolisian dan TNI untuk bersama-sama melaksanakan program ini selama empat bulan kedepan. (kk)