DP3AKB Manokwari Gelar Talk Show “Merdeka dari Ketergantungan”

MANOKWARI,KABARKASUARI_ Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Manokwari menggelar talk show bertajuk “Merdeka dari Ketergantungan”, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan ini diikuti 30 organisasi perempuan di Manokwari yang selama ini aktif dalam berbagai kegiatan sosial serta mendukung program pemerintah sebagai bagian dari pembangunan daerah.

Bacaan Lainnya

Kegiatan yang diprakarsai DP3AKB Manokwari tersebut dibuka oleh Asisten III Setda Kabupaten Manokwari, Jefri Sahuburua, mewakili Bupati Manokwari Hermus Indou.

Dalam sambutan tertulisnya, Bupati Hermus Indou menyampaikan bahwa pemberdayaan perempuan memiliki kaitan erat dengan pembangunan masyarakat dan daerah. Perempuan, kata Bupati, harus menjadi subjek sekaligus kekuatan dalam pembangunan.

“Perempuan harus menjadi subjek dan kekuatan dalam pembangunan.”

Jefri Sahuburua mengatakan, tema “Merdeka dari Ketergantungan” memiliki makna yang luas. Menurutnya, ketergantungan tidak hanya berkaitan dengan persoalan ekonomi, tetapi juga menyangkut keterbatasan pengetahuan, keterampilan, akses terhadap sumber daya, hingga ketergantungan organisasi terhadap bantuan pihak lain.

“Kegiatan dengan tema memutus mata rantai ketergantungan ini memiliki makna yang dalam. Ketergantungan bukan hanya tentang ekonomi, tetapi bisa juga keterbatasan pengetahuan, keterampilan, akses terhadap sumber daya maupun ketergantungan organisasi terhadap bantuan pihak lain. Untuk itu, sangat perlu dibangun pola pikir yang baru,” ujar Jefri.

Sementara itu, Kepala DP3AKB Manokwari, Alberthina Porulery, mengatakan organisasi perempuan maupun masyarakat harus memiliki kekuatan dan kemandirian. Ia menyebut ketergantungan finansial dan programatik masih menjadi persoalan yang kerap dihadapi organisasi.

“Secara realita, ketergantungan finansial dan programatik sering menjadi problem utama di organisasi. Oleh karena itu, penting untuk memutus mata rantai ketergantungan,” kata Alberthina.

Ia berharap talk show tersebut dapat membangun pola pikir mandiri di kalangan organisasi perempuan, sekaligus mendorong lahirnya pemikiran, strategi, dan komitmen baru.

“Melalui talk show ini, diharapkan dapat terbangun pola pikir mandiri bagi organisasi wanita,” ujarnya.

Alberthina menambahkan, mata rantai ketergantungan harus diputus melalui sejumlah langkah, mulai dari penguatan kapasitas, membangun kemandirian ekonomi, memperkuat kelembagaan, hingga menciptakan inovasi.

“Perempuan berdaya akan melahirkan keluarga yang kuat, masyarakat yang tangguh guna kemajuan Manokwari,” pungkasnya.(kk1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *