MANOKWARI , KABARKASUARI. COM_Tingginya pertumbuhan jumlah penduduk di wilayah Wosi, Kabupaten Manokwari, dinilai menjadi salah satu faktor meningkatnya risiko bencana banjir dan longsor. Kepadatan permukiman yang tidak terkendali turut memperparah kondisi lingkungan, terutama di daerah aliran sungai.
Hal ini disampaikan Bupati Hermus Indou, pada acara penyerahan bantuan Sembako Dari pemerintah Provinsi Papua Barat kepada warga terdampak banjir di Kelurahan Wosi, Jumat (17/4/2026).
Disampaikan bahwa keselamatan daerah dari ancaman bencana sangat bergantung pada tiga hal penting, yakni hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan sesama manusia yang saling mengasihi, serta kepedulian manusia terhadap alam.
Menurutnya, bencana seperti banjir, genangan air, dan longsor tidak hanya disebabkan oleh faktor alam seperti curah hujan yang tinggi dan perubahan iklim, tetapi juga akibat aktivitas manusia. Di wilayah Wosi, degradasi hutan dan lahan di bagian hulu sungai serta pembangunan permukiman yang semakin masif menjadi pemicu utama.
“Pertumbuhan jumlah penduduk yang tinggi di Wosi menyebabkan pembangunan rumah semakin padat, bahkan sudah tidak bisa lagi ditambah, khususnya di wilayah Manokwari Barat,” ujar Bupati.
Ia menegaskan, jika pembangunan terus dipaksakan, maka kawasan hutan akan terdampak dan berpotensi memperparah risiko bencana di masa mendatang. Untuk itu, pemerintah daerah mulai mengalihkan pertumbuhan penduduk ke wilayah Manokwari Selatan dan Manokwari Timur guna menciptakan pemerataan dan mengurangi tekanan di wilayah padat.
Selain itu, Bupati juga menyoroti masih banyaknya masyarakat yang membangun rumah di bantaran sungai, padahal secara aturan kawasan tersebut tidak diperbolehkan untuk permukiman. Hal ini dinilai menjadi salah satu penyebab utama terjadinya banjir.

Dari aspek tata ruang, pemerintah daerah mengakui belum optimal dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Oleh karena itu, Dinas PUPR bersama organisasi perangkat daerah teknis lainnya diminta untuk lebih aktif memberikan pemahaman terkait aturan tata ruang.
“Masyarakat juga kami harapkan tidak lagi membangun rumah di bantaran sungai demi keselamatan bersama,” tegasnya.
Bupati berharap, bencana banjir yang terjadi di beberapa wilayah Manokwari dapat menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan penataan ruang.
Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat terdampak, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat yang telah menyalurkan bantuan berupa 200 paket sembako kepada warga korban banjir. (Kk)