DP3AKB Manokwari Dorong Perempuan Papua Mandiri Ekonomi Melalui Pelatihan Menjahit

MANOKWARI, KABARKASUARI.COM – Pemerintah Kabupaten Manokwari melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) terus mendorong peningkatan keterampilan dan kemandirian ekonomi perempuan Papua melalui pelatihan menjahit tingkat dasar tahun 2026.

Kegiatan pelatihan yang berlangsung selama tiga hari tersebut resmi ditutup oleh Kepala DP3AKB Kabupaten Manokwari, Alberthina Porulery, Kamis (29/10), dengan harapan keterampilan yang diperoleh peserta dapat dikembangkan menjadi peluang usaha mandiri.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Alberthina mengatakan, pelatihan menjahit tersebut merupakan salah satu langkah pemerintah daerah dalam memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan, khususnya perempuan Papua di Kabupaten Manokwari.

Menurutnya, perempuan memiliki peran penting sebagai pilar keluarga. Dengan memiliki keterampilan dan kemandirian ekonomi, perempuan tidak hanya dapat membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga, tetapi juga mendukung perlindungan dan pemenuhan kebutuhan anak dalam rumah tangga.

“Ketika seorang perempuan memiliki keterampilan dan kemandirian ekonomi, maka kesejahteraan keluarga dan perlindungan terhadap anak-anak di dalam rumah tangga juga akan meningkat “, ujarnya .

Ia menjelaskan, meskipun pelatihan hanya berlangsung selama tiga hari, para peserta telah dibekali keterampilan dasar menjahit, mulai dari teknik mengukur, membuat pola hingga mengoperasikan mesin jahit.

Alberthina berharap, ilmu yang diperoleh tidak berhenti setelah kegiatan pelatihan selesai, tetapi terus diasah dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga mendorong peserta untuk memulai usaha dari hal sederhana, seperti menjahit pakaian keluarga, menerima jasa perbaikan pakaian hingga mengembangkan produksi pakaian sendiri untuk dipasarkan.

Menurutnya, peluang usaha di bidang menjahit masih terbuka luas di Manokwari, mengingat kebutuhan masyarakat terhadap jasa pembuatan pakaian, seragam sekolah hingga pakaian adat cukup tinggi.

“Jadikan modal keterampilan dasar ini sebagai batu loncatan untuk membangun usaha mandiri demi membantu perekonomian keluarga,” pesannya kepada seluruh peserta.

Pada kesempatan tersebut, Alberthina turut menyampaikan apresiasi kepada para instruktur yang telah membagikan ilmu dan keterampilan kepada peserta, serta seluruh panitia yang telah menyukseskan pelaksanaan kegiatan.

Ia berharap, para peserta dapat terus mengembangkan kreativitas dan menjadi inspirasi bagi perempuan lainnya untuk meningkatkan keterampilan serta membangun kemandirian ekonomi.

Penutupan pelatihan ini diharapkan menjadi awal bagi lahirnya perempuan-perempuan Papua yang terampil, kreatif dan produktif, sekaligus mampu menciptakan peluang usaha untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga di Kabupaten Manokwari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *